“ngelamun!”
“enak ngelamun..”
“iya sih..”
“ha ha ha”
“masa depan ato masa lalu?”
“masa depan donk”
“oh ya”
“enak juga si masa lalu”
“masa depan dipikirin, ga dilamunin”
“ya, kadang nglamunin masa depan rasanya ga enak”
“ngelamun!”
“enak ngelamun..”
“iya sih..”
“ha ha ha”
“masa depan ato masa lalu?”
“masa depan donk”
“oh ya”
“enak juga si masa lalu”
“masa depan dipikirin, ga dilamunin”
“ya, kadang nglamunin masa depan rasanya ga enak”
semoga cuma sekedar perasaan, semoga cuma sekedarkeraguan yang kekanak-kanakan. ini masalahnya, ketulusan semakin sulit ditemukan. berani untuk tulus semakin teragukan. semoga fenomena tidak menyenangkan ini salah, tidak ada
gw inget kali pertama pke internet, akhir2 masa smp. waktu itu muncul tren punya email, trs gw bikin di yahoo, hotmail, lovemail (warna unugu). dan entahlah.. waktu itu saya apakan.. selain itu, MIRC ga karuan..
gw hrs kluar kota untuk itu, perjalanannya skitar 1 jam, biaya internet 6rb/jam dg kualitas yg sptnya pas2an.
ada warnet disekitar rumah(org tua)ku skrng.. cukup bbrpa langkah, ada bbrpa, trmasuk warnet yg skrng sedang kupakai. lumayan jg, ada 8 PC, katanya pke speedry, gw liat beragam wajah konsumen disini. operatornya teman kakakku, juga teman kecil kami dulu..
masih blm terpikir apapun soal ini, kemudahan berinternet di desa ku, konsumsinya, dan tanpa perasaan lega apapun untuk fasilitasa ini.
katanya kita akan merasakan ‘desa global’ melalui layar monitor. pemakaiannya memungkinkan akses informasi2 dengan peluang perkembangan menjanjikan yg tanpa batas.
gw pikir itu hanya konsepnya. gw rasa desaku tetap desaku, desaku yg dulu, sekedar perubahan tau, perpindahan generasi melalui mewujudnya perubahan yg sedikit berbeda diatas permukaannya, tidak lebih dari itu..
ya, slalu menarik menyambut taun baru, 2009, dengan seremoni yg selayaknya tentunya… sama halnya, membicarakan taun 2008 pun menarik. kita bisa membicarakan kejadian, perjalanan, peristiwa kita, pencapaian, dan hal;-hal lain, betapa menariknya..
dan dunia memang cukup nyaman dihidupi dengan cara seperti itu. sepertinya aku akan merasa rendah diri jika taun baru berubah dirayakan tiap hari, menjadi ‘hari baru’.
maksud gw perayaan atau seremoni hari baru ada dalam keadaran tiap harinya.. keasaran tiap harinya sepanjang taun, dari tau ke taun. dan hal yang sepertinya buruk, yang akan terjadi: seremoni taun baru akan jadi tak terlalu penting lagi..
kemudian, tak ada hari yang tak penting.. kita harus membahas 365 1/4 hari untuk stiap taunnya. dan inilah yang membuatku rendah diri, ketika memandang hari ini, kemarin, kemarin lusa, dan mungkin besok juga, yang ‘bukan hariku’, maksudnya hanya biasa saja yang kulakukan, perjalanannya, dan bagaimana memaknainya.
dan, selain rendah diri, tanpa taun baru, mungkin tak kan lagi ada: perayaan besar2an, sorak sorai, cuti bersama, sale/ cuci gudang, dll. akan wajar jika jika perubahan taun baru menjadi hari baru akan menimbulkan banyak protes..
“apa yang lebih disesalkan selain kenyataan mengecewakan, yaitu: tidak mati tersenyum”
‘jenuh’, sedikit terkesan lebih puitis ketimbang bosan
dimana letak kegilaan dalam banyak omong kosong?
nyanyian saat ini akan segera terlupakan, beberapa saat lagi
tertawalah untuk penyesalan, coba untuk tidak menangis
kita memang tidak bisa lepas dari kebingungan meski tidak mungkin slalu terlihat seperti itu
bukankah semua beban yang ada itu menyenangkan?
teka-teki ini harus dimainkan, semanusia-manusianya
bosan jenuh ini tidak boleh terlihat puitis
kata jenius bukanlah tempat pelarian, sama sekali
kebanggaan omong kosong yang bertele-tele
mungkin kita layak bingung, semangat akan datang dari situ
dunia memang tidak terkesan bersemangat, alam mimpi yang belum berakhir
“untuk lebih meringankan hidup atau mengkin juga mengatasi sulit tidur, aku pikir harus selalu ingat dengan penghayatan, setiap detiknya, bahwa ada kehidupan setelah kematian”
- A swordsman must be honest about his foes’ skills and his own.
- it was to create a world of peace, not to win positions or power, that we raised our swords and killed. If we forget that, then we are no revolutionaries after all.
- No matter how sincerely you try, there are times when your thoughts just don’t reach the students.
- No matter what the reason, this one refuses to take another life.
kenshin himura
“…apa yang paling kita akrabi sesungguhnya paling sukar dipahami.”
-apa yang membentuk heroisme?
dengan simultan menghadapi kesedihan yang paling menyiksa dan harapan yang paling besar
-apa yang engkau percayai?
aku percaya bahwa bobot dari segala sesuatunya harus ditentukan kembali.
-apa yang hati nuranimu katakan?
engkau harus menjadi dirimu sendiri
-dimana terdapatnya bahaya yang paling besar?
dalam perasaan kasihan
-apa yang engau sukai dari orang lain?
harapan-harapanku
-siapa yang engaku sebut buruk?
orang yang selalu bernafsu membuat seseorang merasa malu
-apa yang paling manusiawi bagimu?
berbagi rasa malu yang harus ditanggung seseorang
-apa yang menjadi tujuan dari tercapainya kebebasan?
tak merasa malu atas diri sendiri
NIETZCHE