Skip to content

part 1… ?

Lamunan telah menjadi teman disiang hari. Seperti
terprogram dibawah sadar, hayalan slalu menari-nari tanpa diundang. Liar
menjelajahi pikiran dalam suasana hiruk pikuk., sembari mengharap tuhan
membisikan sesuatu. Dia mencoba slalu mengingat tuhannya, dan ia merasakannya
tidak berhasil. Datang Mae, bunyi
benturan botol terdengar dari tasnya. Siang yang panas mungkin menyenangkan
dengan alkohol, kata Mae, mari minum! Abdi coba segera menjawab, ia juga ingin
mengingat-ingat kembali lamunannya. Untuk apa mabuk? melupakan dunia?, spontan
Abdi dengan nada datar. Mae ingin segera pergi jika saja Abdi tidak terlihat
cuek, dia terkesan tak peduli, terkesan mengusir. Mae pun terpaksa berpikir,
butiran pikirannya berbentuk lamunan.



Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*