Lamunan telah menjadi teman disiang hari. Seperti
terprogram dibawah sadar, hayalan slalu menari-nari tanpa diundang. Liar
menjelajahi pikiran dalam suasana hiruk pikuk., sembari mengharap tuhan
membisikan sesuatu. Dia mencoba slalu mengingat tuhannya, dan ia merasakannya
tidak berhasil. Datang Mae, bunyi
benturan botol terdengar dari tasnya. Siang yang panas mungkin menyenangkan
dengan alkohol, kata Mae, mari minum! Abdi coba segera menjawab, ia juga ingin
mengingat-ingat kembali lamunannya. Untuk apa mabuk? melupakan dunia?, spontan
Abdi dengan nada datar. Mae ingin segera pergi jika saja Abdi tidak terlihat
cuek, dia terkesan tak peduli, terkesan mengusir. Mae pun terpaksa berpikir,
butiran pikirannya berbentuk lamunan.
-
‹ Home
Contents
-
Categories
-
Tags
-
Archives
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
- November 2007
- October 2007
- September 2007
- August 2007
- July 2007
- June 2007
- May 2007
- April 2007
- March 2007
- February 2007
- January 2007
- December 2006
- November 2006
- October 2006
- September 2006
Blogroll
-
RSS Feeds
-
Meta
Post a Comment