Skip to content

cerpen?

sebuah cerita pendek, satu cerita diantara milyaran cerita
yang ada. kehidupan mungkin bisa disebut sebagai pecahan-pecahan cerita pendek.
banyak orang mengawali perbincangan malam hari dengan cerita pendek. ya.. hidup
seharusnya tidak perlu sempurna untuk dapat dirasakan keindahannya.
bukankah keinginan-keinginan yang
menjauhkan keindahan hidup? seperti pada masa borjuis segala kemelekatan yang
dimiliki adalah anugerah untuk mencapai segala keinginan. sebuah kesenangan,
terlihat seperti memeralat manusia lain yang tidak manusiawi.

 

sore yang riuh menjadi pertanda dimulainya sebuah cerita.
otong memulai pekerjaan barunya, menjadi crew film. menjadi pembantu umum bagi
orang yang mencoba berpikir positif mungkin dianggap sebagai awal yang baik.
setidaknya itu yang dipikirkan otong, ia bercita-cita menjadi film maker.
matanya selalu terlihat awas memperhatikan semua yang dianggapnya penting,
sementara lelah kakinya sudah tak sebaik perasaannya. Ia sering mengumpat dalam
hati ketika sutradara yang dianggapnya so pintar seperti orang ngidam minta
dicarikan rujak, atau pekerjaan membuat kopi yangtidak ada habis habisnya. rujak?
aneh pikirnya, bukankah makan karena lapar, atau karena waktu senggang? makan
untuk menghindari kematian, agar dapat melahirkan kebaikan. belum lagi crew
rendahan lainnya yang merasa senior seenaknya memilih-milih pekerjaan dan
meninggalkan pekerjaan payah untuknya. ya, cuma dua episode terakhir ini saja
ia bekerja, baginya untuk pengalaman dan untuk tambahan uang saku. tidak ada
salahnya untuk waktu luang yang ada. ia ingin merasa miskin, sebagai suatu
proses hidup, miskin tanpa resiko. otong sekedar mencoba melupakan
kebercukupannya beberapa waktu ini.

 

bayaran yang otong terima memang lumayan, tapi merupakan
jumlah yang kecil dibanding yang lain. sesekali ia terdengar omong kosong
sutradara tentang pesan moral. dalam hati otong menertawakan cerita hitam melawan putih yang sedang digarap. juga
soal style hidup pemeran utama yang memang cukup berselera tanpa dibahas
keluguan dan kepahitan hidup, yaitu menjalani dan memenuhi banyak kebutuhan
hari-hari. setelah semuanya… pekerjaan yang sedikit menarik pun datang, saat
berkumpul dengan para pemeran film yang hanya sedikit lebih beruntung darinya.
kali ini menyediakan rokok dan soft drink
yang menjadi tugasnya. para wanitanya, terutama yang figuran, rata-rata seragam
memakai tank top dan celana pendek ketat. kirana salah satunya, dia
menginginkan sebatang rokok light
tapi otong tak punya. otong memang tidak suka rokok light, dan hanya ada 2 karton rokok yang juga bukan light sebagai persediaan. kirana
terlihat kecewa, tapi otong melihat kesan senyum diwajahnya. menjelang senja
pekerjaan mulai terasa ringan, dia banyak menonton pengambilan gambar, kecuali
beberapa orang yang merasa dia harus bekerja. malam itu kirana bercerita
perannya tidak begitu sulit. tidak aneh ini film payah untuk besar dana yang
dikeluarkan.

 

kirana ulang tahun hari ini, teriakan teman-temannya memberi
otong informasi. kirana ternyata 3 tahun lebih tua. otong pun menjadi orang
pertama yang menyalaminya, saat itu ia memperhatikan dan merasakan
keramahannya. terkadang percakapan mengalir disela-sela pekerjaan. otong merasa
kirana paling ramah diantara yang lain, walau mungkin banyak orang menganggapnya
bukan yang tercakep. dengan tank top
dan celana pendek ketat dihari pertama ia terlihat lebih cakep dibanding baby doll
tanpa lengan di hari kedua, walaupun ternyata keramahan yang lebih terasa
karena perkenalan dihari sebelumnya. otong mulai berpikir telah jatuh cinta
walau ia tak benar-benar meyakini apapun, kecuali interaksi yang terasa
menyenangkan. otong berkata pada diri sendiri: aku hanya menikmati waktuku, aku
tidak meyakini apa yang kuinginkan. memang begitulah ceritanya. tidur pada malam
hari terasa cukup wajar setelah semua yang terjadi hari ini.

 

erichh fromm: "menjadi tergila-gila hanya membuktikan
kadar kesepian hati"

 

pekerjaan sebagai pembantu umum produksi film telah selesai.
sambil memikirkan kirana ia merasa takkan pernah bertemu lagi. ia membawa
lamunannya mengenang semua hal tentang kirana, senyumnya mengembang, walau
sebenarnya ia merasakan suatu kegetiran. ia mulai meragukan dirinya. otong
tidak sanggup bilang kirana hanya omong kosong hari kemarin. ia tertawa lagi,
kirana tak bisa dipersalahkan pikirnya. untuk semua yang tidak mungkin
diketahui ia merasa beruntung. kini ia hanya cukup bersyukur, hidupnya masih
panjang, tak semua orang memiliki kesempatan itu. seperti bumi yang masih mau
berputar mungkin ia memang harus peduli pada kegilaan yang ada, banyak orang
suramdengan hidup yang mentok. tiba-tiba otong merasa sebagai seorang pecinta.



Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*