Skip to content

aku ingin ditemani menjelang kematian

kematian misteri yang terasa tak layak dipikirkan. hidup ini menyenangkan sekaligus menyakitkan, hingga kematian tidaklah menjadi masalah. dan akhir adalah sebuah keniscayaan dalam kesementaraan. dan bagiku kematian menjadi sesuatu yang terpikirkan.
pikiran soal kematian terasa begitu ekspresif, dan manusia memang selalu senang mengajukan ekspresinya. kadang kematian terpikirkan sebagai proses  yang sesakit apapun lebih baik kunikmati, selesai dalam waktu yang akan segera berlalu, dan kemudian menjadi akhir bagi segalanya.
hidup dengan teman, kenalan, figur, dan orang-orang, memunculkan ekspresi suatu kesombongan atas emosi-emosi yang kita rasakan. emosi mungkin harga untuk bentuk-bentuk kenyamanan yang mungkin didapat. baik dalam tangis atau pun senyum.
kematian yang sepele membuat ku ingin berkata apa yang aneh dengan kematian? suatu ekspresi, dan selalu menyenangkan jika diperpanjang.. itu membuatku berpikir begitu menakutkannya mati sendirian, dalam tubuh yang meregang. kemungkinan rasa sakitnya sepertinya menciutkan nyali, meski aku tau: mati adalah keniscayaan untuk setiap orang, dan takut hanyalah cara terburuk yang mungkin untuk menghadapinya. aku takut menjadi takut, dalam kesendirian aku takut tak mampu sombong, dan aku takut sampai jatuh pada ekspresi yang buruk jika dalam kesendirian.
seperti tanpa ekspresi dalam kesendirian, atau bahkan cengeng jika sendiri. aku masih butuh orang-orang untuk menjadi diriku. tuhan.. tolong cukupkan engkau saja bagiku. jika Kau tak keberatan tolong berikan aku teman dalam kematianku



Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*