Skip to content

bacot

ingat kebiasaan teman klo orang yang lagi ngobrol: "ah.. bacot!" atau temen yang lain, dia sering spontan emosi kalo denger pendapat orang: "muncung mu itu!" ada suatu bentuk gaya disitu, sedikit ada nuansa dry humour, karena serius yang tidak dibuat-buat tersebut, terasa tidak membosankan dan menjadikannya kerja yang serius.
harusnya tak ada yang salah dengan istilah bacot dan muncung. itu cuma kata yang ter-peyorasi hingga terkesan miring. sebaiknya lebih akrab lagi ajakan untuk bacot bersama, bermuncung ria, hingga menggantikan kata: diskusi.
dosen didepan kelasmenguraikan sesuatu, menjelaskan ini dan itu, lalu tanggapan mahasiswanya, juga ini dan itu, berpikir, berdiskusi secara runut, taat asas, dan sistematis. dialog lebih dari satu kepala memang perlu dalam batas objektif agar berjalan dengan pemahaman.
dan semua orang memang pernah melakukan aktivitas bacot. dosen, guru, pejabat, kakak, adik, hingga tokoh terkemuka tentu pernah juga membicrakan dan menerangkan tentang kejadian tadi pagi, makanan, mimpi buruk, menjelaskan perasaan, atau juga diskusi dengan tema-tema tertentu.
membuatku berpikir: tak perlu ada penghormatan berlebih atas subjek. cukup hormat, tak perlu berlebih, karena akan menyakitkan.
kita semua pernah bacot, jadi tenang saja..



Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*