seorang temen memberikan uraian:
"…, saat ini, Cewe pada umumnya memposisikan diri sebagai pelengkap, mereka berdandan selalu menghibur ketika hadir ditengah-tengah kita.
mereka tampak lucu sekaligus menyenangkan, dan atas segala yang ada padanya mereka selalu bersemangat dan mampu beradaptasi. dan cowo memang selalu berorientasi padanya, cewe mungkin telah berhasil dalam misinya: untuk dipuja.
harus diakui, dengn kehadirannya, semua bertambah sempurna. tapi yang terasa memang seperti itu, cewe-cewe manis itu bisa dibayangkan tak ada. manisnya rapuh, dan kadang membosankan sekaligus menyakitkan. soal ini nietzche menyinggungnya: pria tidak suka buah yang terlalu manis, karenanya pria suka wanita, semanis apapun wanita tetap ada terasa pahit.
wanita dalam masalah akan sangat mengganggu, tapi dalam kegembiraannya ia akan sangat menghibur. dalam kebersamaan yang tenang mereka membuatnya sempurna.
dalam kebersamaan yang krisis, mereka pasti cengeng. mereka takut untuk solusi apapun, hanya seperti tanpa solusi. dalam krisis mereka menawarkan hiburan. dan kita segera mebutuhkan mereka menyambut kemenangan. mereka memang membuai, dan itu terasa menyenangkan. …"
gw pikir tak seserius itu, dan tak selalu..
-
‹ Home
Contents
-
Categories
-
Tags
-
Archives
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
- November 2007
- October 2007
- September 2007
- August 2007
- July 2007
- June 2007
- May 2007
- April 2007
- March 2007
- February 2007
- January 2007
- December 2006
- November 2006
- October 2006
- September 2006
Blogroll
-
RSS Feeds
-
Meta
Post a Comment