gw mungkin benar2 tidak tertarik film Indonesia, film apa saja yang direleas ahir2 ini? film-film luar pun sepertinya menunjukan gejala yang sama.
entahlah. film terahir yg gw tonton ‘mereka bilang saya monyet’-nya djenar, jujur gw tidak suka,
Indonesia memang disibukkan dengan kebaruan2 yg ada. sepertinya pasar Indonesia sedang antusias pada segala sesuatu yang berbau kejutan, penampilan, yang membawa suatu nuansa imajinasi tertentu, semacam pemenuhan ilusi. dan itulah yang disediakan produsen-nya, besar kemungkinan mereka pun terhanyut didalamnya.
harus diakui semua yang dipraktekkan bukanlah perjalanan menuju manapun, hanya kepuasan yang mengejutkan dan kemudian segera hilang.
gw ga menganggapnya salah, gw pikir wajar jika berpikir yang sedang terjadi memungkinkan dis-orientasi, semua orang berhenti pada permukaannya dan berorientasi kesana, berkumpul dan menjadi tenang disana. dan kita menjadi puas dengan konsumsi yang tanpa pemaknaan dan memuja kemasan-kemasan. terkejut memang menyenangkan, tapi dunia bukanlah permainan kejut mengejutkan. keindahan dunia tentu harus termanusiakan dengan arah yang jelas, berkelanjutan, dan tidak menjadi menyakitkan bagi bangsa manusia yang lainnya.
kita tentu tidak akan membunuh dalam rangka mendapatkan kemasan-kemasan.
One Comment
oh ya
Post a Comment